Kesederhanaan
Sikap sederhana merupakah kepribadian yang langka, ditengah-tengah gaya hidup yang konsumtip. Padahal hidup kosumtip menjadikan hidup tidak tenang, dan menyuburkan sikap korup. Sedangkan kesederhanaan membuat hidup tenang, tidak cengeng dan menerima apa adanya. Oleh karena itu, SMPIT Alfawwaz mencoba menanamkan sikap keserdahanaan kepada siswa dengan memberikan teladan dan praltek nyata.
Para pendiri menyadari bahwa, pendidikan sikap seperti keuletan, kesabaran dan daya tahan akan mudah ditanamkan dengan sikap kesederhanaan.

Optimalisasi
Sikap sederhana akan menumbuhkan daya kreasi dan imajinasi. Karena sikap sederhana menuntut optimalisasi apa yang ada atau dimiliki , sehingga meskipun`fasilitas pendukungnya kurang memadai tidak ada alasan untuk tidak berprestasi dan tetap berkarya.

Berorientasi terhadap masa depan
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “orang yang cerdas adalah orang selalu ingat mati” Kematian adalah masa depan. Setiap hidup seseorang akan diakhiri dengan kematian. Namun kematian bukan akhir dari segalanya. Kematian merupakan gerbang pintu masuk untuk memasuki tahap kehidupan berikutnya.

Dengan mengingat mati, atau masa depan akan menjadikan hidup lebih terarah dan berdayaguna. Dengan mengingat mati atau masa depan kita akan tersadarkan diri untuk mengoptimalkan tenaga, pikiran dan harta yang dimiliki untuk kejayaan hidup setelah mati atau masa depan.

Orang yang selalu mengingat mati, akan menyadari mereka tidak akan bisa selamat hidup diakhirat, jika tidak memanfaatkan tenaga, waktu dan sumberdaya lain yang mereka miliki dengan cerdas. Bagaimana mungkin kita bisa selamat hidup diakhirat yang abadi, sementara waktu yang tersedia untuk mengumpulkan bekalnya sangat pendek? Bagaimana mungkin kita bisa hidup 20 tahun tanpaharus bekerja, hanya dengan menggunakan hasil kerja selama setahuan, jika kita bukan orang cerdas?
Cerdas disini bermakna, melipatgandakan hasil dengan usaha yang minimal. Sehingga kita akan jauh lebih produktip dari orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar